Belajar dari Kartini

Selamat Hari Kartini….mungkin ini ucapan yang sangat telat kalau saya ucapkan hari ini. Saya rasa ucapan ini tidak telat kalau saya ucapkan hari ini

. Kalau saya melihat eforia perayaan Hari Kartini sampai hari ini masih berlanjut. Anak-anak sekolah dari PAUD sampai SMU masih bersemangat memperingatinya, bahkan ibu-ibu kantoran tidak ketinggalan juga.

Semua berlomba-lomba untuk berdandan memakai baju khas daerah. Mereka rela antri di salon-salon kecantikan untuk merias diri baik untuk mempercantik diri atau membuat ganteng diri. Mereka rela mengeluarkan sejumlah rupiah untuk menyewa baju-baju daerah yang akan mereka kenakan untuk memperingati Hari Kartini. Fenomena yang selalu kita dapati saat tanggal 21 April datang setiap tahunnya. Entah siapa yang memulai atau menyarankan kegiatan ini, namun setiap tahun pasti terulang seperti menjadi kewajiban. Kegiatan sampai disekolahpun sekedar foto-foto ataupun sekedar lomba busana siapa yang lebih baik. Paling banter cuma upacara atau lomba memasak.

image

Masih pantaskah kegiatan-kegiatan memperingati Hari Kartini dengan acara-acara seperti itu. Menurut saya pribadi kegiatan merias diri dan memakai baju adat daerah adalah sebuah kegiatan yang sia-sia belaka dan jauh dari nilai-nilai yang diajarkan oleh beliau RA Kartini. Mungkin bisa menjadi renungan bersama buat kita, buat Ibu-Bapak Guru, Kepala Instansi terkait yang menyarankan atau mengharuskan siswa atau karyawan untuk merias dan memakai baju adat daerah. Masih banyak kegiatan yang sederhana dan bermanfaat yang tidak perlu mengeluarkan biaya besar yang bisa diselenggarakan untuk memperingati Hari Kartini.

Tidak sedikit juga sekolah-sekolah atau instansi pemerintah yang memperingati Hari Kartini dengan sederhana dan bermanfaat. Salah satunya SDUA Bantul, acara memperingati Hari Kartini tidak begitu terlihat di sekolah ini. Namun didalamnya diselenggarakan lomba-lomba yang berhubungan dengan pelajaran. Janganlah kegiatan memperingati Hari Kartini menjadi beban untuk siswa-siswa. Kita harus belajar dari kisah hidup yang dicontohkan oleh RA Kartini.

Bukanlah RA Kartini mengajarkan kepada kita tentang bagaimana mencari ilmu. Dalam surat-suratnya yang terhimpun dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” tertuang bagaimana RA Kartini belajar. Dilahirkan di jaman Kolonial Penjajahan Belanda membuat lingkup belajar sangat dibatasi. Apalagi sebagai seorang wanita RA Kartinipun merasa haknya untuk belajar menjadi kurang. Beruntung RA Kartini dilahirkan sebagai kalangan mampu, lahir dari anak Bupati Jepara RM Adipati Ario Sosroningrat membuatnya mampu mengenyam bangku sekolah.

image

Pencarian RA Kartini yang dilahirkan sebagai seorang yang beragam islam akhirnya mempertemukan dengan KH. Sholeh Darat. RA Kartini yang mendengarkan pengajian saat itu hatinya bergetar tatkala diterangkan tentang tafsir Surat Al Fatehah. Saat jaman kolonial Belanda masyarakat boleh belajar membaca Al Quran akan tetapi tidak diperbolehkan untuk menerjemahkan ke bahasa melayu saat itu. Sehingga masyarakat Indonesia bisa membaca Al Quran tetapi tidak tahu apa makna yang terkandung didalamnya.

Pertemuan dengan KH. Sholeh Darat menginspirasi RA Kartini untuk meminta KH. Sholeh Darat menerjemahkan Al Quran dalam bahasa melayu pada saat itu. Namun sayang baru 13 Juz Al Quran diterjemahkan dalam bahasa melayu KH. Sholeh Darat telah meninggal. Terjemahan 13 Juz tersebut diberikan ke RA Kartini sebagai kado pernikahannya. Berbekal terjemahan tersebut RA Kartini mulai belajar hakekat islam. Kata-kata “Habis Gelap Terbitlah Terang” konon kabarnya diambil dari QS. Al Baqoroh ayat 257 .

Menilik dari sekelumit kisah tersebut, sudah sepantasnyalah kita luruskan lagi arti memperingati Hari Kartini. Bukanlah kesia-siaan dan keborosan belaka yang kita tonjolkan. Akan tetapi bagaimana semangat dan cara RA Kartini untuk belajar. Semangat dan cara belajar inilah yang harus mengemansipasi kita untuk mencontohnya. Semoga semangat Beliau menginspirasi siswa-siswa yang sedang belajar menuntut ilmu.

Selamat Hari Kartini
Tulungrejo 27 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s