Brambang Asem Sukoharjo Vs Celelek Bantul

image

Brambang asem dan celelek adalah dua makanan yang paling mengoda saya untuk memakannya. Kedua makanan itu sebenarnya identik tapi memiliki perbedaan karena selera masyarakat yang membuatnya.

Identik karena secara bahan utamanya sama-sama memakai kangkung. Perbedaannya pada rasa yang dihasilkan dari perpaduan bumbu yang dicampurkan pada kedua makanan tersebut. Bagi saya makanan ini bisa menambah nafsu makan saya apalagi bila dihidangkan dengan nasi panas dan kerupuk. Namun sekarang dimakan tanpa nasipun saya pasti lahap.

Brambang asem merupakan makanan saya sejak kecil. Makanan ini adalah makanan khas Jawa tengah khususnya Solo. Bagi saya yang lahir di desa makanan ini adalah makanan yang bisa ditemui dan dibuat setiap saat. Makanan yang murah meriah ini, bisa saya buat kapan saja bahkan tanpa mengeluarkan modal.hehehe……

Mengandalkan niat dalam hati saya bisa ke kebun atau sawah untuk memetik sayur kangkungnya. Kebetulan Simbah dan Bapak saya saat itu petani yang biasa memakai sistem tumpang sari (menanam tanaman lebih dari satu jenis). Biasanya disela-sela tanaman utama ditanami sayuran atau buah yang bisa untuk memenuhi kebutuhan dapur saat menunggu panen tiba. Untuk bumbunya biasanya sudah tersedia di dapur ibu. 😀

Kembali ke brambang asem, setelah dapat kangkungnya terus dipotong-potong kecil dicuci terus direbus (merebusnya jangan matang-matang/sebentar saja). Sambil menunggu kangkung direbus bisa kita siapkan bumbu sambalnya. Bumbunya pun sangat mudah diantaranya :

– Cabai sesuai selera (Kalau saya senengnya 5 atau 7)
– Brambang/ bawang merah
– Terasi
– Asam Jawa
– Gula merah
– Garam sedikit saja

Cara membuatnya (Jangan lupa kangkungnya yang direbus diturunin dl lho ya), cabai, bawang merah dan terasi saya bakar kalau malas biasanya saya goreng tanpa pakai minyak jangan sampai gosong lho ya….. Setelah itu tinggal dihaluskan dengan diuleg uleg tambahkan garam, gula merah dan asam jawanya. Jadi deh sambal brambang asemnya tinggal siramkan ke kangkung yang sudah ditiriskan. Tinggal disantap deh….

Celelek mulai saya kenal saat sudah menikah. Ini resep rahasia istri saya.hehehe…. Bahan utamanya sama pakai kangkung tapi istri saya kadang menambahi labu siam dan kecipir yang sudah dipotong-potong dan direbus (Kangkungnya juga direbus ya). Bedanya di bumbunya, karena kultur orang Jogja yang tidak suka pedas tapi manis (berarti saya manis ya 😁) maka bumbunya ada perbedaan. Meskipun beda tapi bumbunya juga mudah dicari kok didapur yaitu:

– Cabai (kalau istri saya yang buat cuma 1 cabenya 😟)
– Bawang Putih
– Asam Jawa
– Gula Merah
– Kencur (ini yang awalnya saya bingung, tapi setelah merasakan jadi ketagihan juga :D)
– Garam

Bedanya lagi cabainya ndak perlu dibakar ataupun digoreng tanpa minyak tinggal dihaluskan aja terus siramkan ke sayuran yang sudah direbus. Weh…..jadi meleleh ni air liur…. Memang Josss tenan istriku. Kenapa Josss??? Ya sekarang aku g perlu ke dapur sendiri untuk buatnya.hehehe….Tapi Josss juga rasanya. Kata istriku yang lama buatnya, makannya g sampai semenit dah amblas. Setelah makan dijamin keringat bercucuran meskipun tidak olah raga. Badan berkeringat tubuh jadi sehat. Matur nuwun istriku. Hehehe

Indonesia memang beragam 1 makanan tapi beda-beda rasa. Beda rasa tetap masuk ke perut saya. Monggo kalau ingin mencoba membuatnya. Mudah dan murah meriah dan tentunya banyak seratnya baik untuk kesehatan.

Selamat makan
Sukoharjo-Bantul

Advertisements

2 thoughts on “Brambang Asem Sukoharjo Vs Celelek Bantul”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s