Sendang Ki Truno Lele Wisata dan Sejarah

image

Jalan-jalan pagi menghirup udara segar di desa tanah kelahiran membuat segar badan dan pikiran. Hijau pepohonan yang masih rindang menambah kesan asri di kampung halaman.

Teringat kenangan masa masih kecil dulu mendorong diri untuk melangkahkan kaki bersama anak-anak dan adik ke Sendang Ki Truno Lele. Sambil mengenang masa lalu saat sendang ini menjadi satu-satunya sumber mata air yang masih melimpah airnya pada musim kemarau. Di sendang inilah setiap pagi dan sore berjejer antri menunggu giliran untuk mandi. Setelah mandi pulangnya bawa jerigen untuk diisi air dibawa pulang untuk dimasak jadi air minum.

Sendang Ki Truno Lele terdapat beberapa titik mata air yang airnya sangat jernih dan menyegarkan. Air dari sendang ini masih mentahpun terasa seperti air mineral Aq** yang terkenal sampai sekarang. Dulu sendang ini menjadi pusat kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan air. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat sudah memiliki sumur sendiri-sendiri sehingga sendang ini sudah berkurang fungsinya. Sekarang tinggal satu dua orang yang masih memanfaatkan air dari sendang ini.

Dilokasi sendang ini terdapat kolam ikan lele yang lumayan luas. Mungkin karena adanya ikan lele ini juga yang menjadikan salah satu alasan masyarakat memberi nama sendang ini menjadi Sendang Ki Truno Lele. Sedangkan nama Ki Truno diambil dari nama yang menurut cerita diambil dari kisah tempat ini dulunya.

Menurut cerita masyarakat di sekitar sendang terdapat batu besar yang konon dipakai oleh Raden Mas Said atau yang lebih terkenal dengan julukan Pangeran Samber Nyawa untuk tempat istirahat atau bangsal. Ditempat inilah biasanya Pangeran Samber Nyawa menyusun siasat perang. Pada zaman kolonial Belanda Pangeran Samber Nyawa bersama masyarakat berjuang menumpas penjajah. Karena bentuk dan letaknya yang tinggi batu tersebut digunakan sebagai tempat untuk memantau pergerakan musuh.

Pangeran Samber Nyawa memiliki seorang sahabat dekat bernama Ki Truno. Perjuangan jaman dahulu lebih banyak bergerilya maka Pangeran Samber Nyawa harus meninggalkan sendang itu. Karena sudah merasa nyaman di sendang itu Ki Truno engan diajak pindah dan memilih untuk tinggal. Ki Truno menetap di sekitar sendang dan menjadi cikal bakal penduduk disekitar sendang. Dan untuk mengenang kisah tersebut disematkanlah namanya menjadi Sendang Ki Truno Lele.

Di sendang ini hidup ikan lele dengan ukuran yang besarnya hampir dua kali lengan orang dewasa. Ikan lele tersebut oleh masyarakat dijaga dan setiap setahun sekali kolam dibersihkan ramai-ramai saat bersih desa. Ikan lele tersebut mendapatkan makanan dari para pengunjung yang memberinya makan.

Berwisata ke Sendang Ki Truno Lele tidak perlu bayar tiket masuk. Kalau ingin memberi makan ikan tinggal beli pakan ikan di toko-toko sekitar sendang hanya cukup seribu rupiah kita sudah dapatkan sebungkus plastik pakan ikan. Pada hari libur di area sendang terdapat pedagang makanan dan minuman bahkan kalau beruntung bisa mengajak anak-anak bermain seperti odong-odong, mandi bola dan keliling desa dengan kereta kelinci.

Sendang Ki Truno Lele bisa kita capai dengan rute yang sangat mudah. Sendang Ki Truno Lele dilewati saat kita akan ke Obyek Wisata Batu Seribu di Pacinan Desa Gentan Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo. Sebelum masuk lokasi obyek wisata 1km setelah gapura selamat datang di Kerten, sebelah kiri jalan kita akan menemukan Sendang Ki Truno Lele ini.

Berwisata murah bersama anak-anak dan keluarga dengan memberi makan ikan lele yang besar-besar dan menikmati udara segar pedesaan. Jangan lupa untuk mencuci muka di sendang dari mata air yang sangat menyegarkan. Biasanya penulis akan minum air dari pancuran sampai puas untuk mengobati rindu akan rasa air sendang ini. Kalau belum puas bisa dilanjutkan berwisata ke Obyek Wisata Batu Seribu untuk renang di kolam renang dan menikmati pemandangan alam yang masih alami.

Selamat berwisata
Sendang Ki Truno Lele
Sukoharjo Makmur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s